Sabtu, 10 November 2012

MAKALAH DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF PERGAULAN REMAJA DI MASA GLOBALISASI


BAB I PENDAHULUAN

a.latar belakkang
Masa remaja merupakan masa perubahan atau peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, yang disertai dengan berbagai perubahan baik secara fisik, psikis, maupun secara sosial.
oleh karena itu pergaulan merupakan komponen penting dalam kehidupan karena dalam pergaulan remaja dapat menentukan jati dirinya.

b.Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas masalah pergaulan dapat di identipikasi sebagai berikut
  1. Banyaknya remaja yang terbuai dengan kebebasan
  2. Banyaknya remaja menyalah artikan kebebasan
  3. Masa remaja merupakan masa yang labil sehingga masih mudah terhasut
































c. Tujuan

  1. Agar remaja menyadari batasan untuk bergaul.
  2. Agar renaja dapat terbantu dalam menimbang pegaulan yg seperti apa yg baik bagi dirinya.
  3. Agar remaja lebih cerdas dalam memilih teman.


























BAB II TINJAUANPUSTAKA
a.  Remaja
remaja adalah suatu periode transisi dari masa awal anak anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun. Masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang dan kumis, dan dalamnya suara. Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol (pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis) dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga.

b. pergaulan remaja
      bergaul berarti hidup berteman (bersahabat ). Dan merupakan cara kita menyesuaikan diri dengan orang lain dan belajar cara hidup serta berfikir di lingkungan mana saja kita berada dengan adanya aturan-aturan yang mengikat sehingga membentuk kepribadian seseorang.

c. paktor penyebab penyimpangan pergaulan
1. Bacaan Yang Merusak
Media cetak melahirkan banyak produk mulai dari majalah, ensiklopedi, komik, tabloid, surat kabar, dll. Beberapa diantaranya ada yang berisi ilmu pengetahuan, hiburan, berita, biografi, opini, dan masih banyak lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Namun di sisi lain, ada pihak yang menyalahgunakan keberadaan media cetak yang berkembang luas ini menjadi salah satu upaya dalam menjatuhkan moral masyarakat dengan menghadirkan bacaan-bacaan yang dapat merusak dan meracuni otak, bahkan ditambah dengan gambar-gambar yang tidak pantas di didalamnya. Apalagi peminat dalam membaca didominasi oleh golongan muda, dan hal inilah yang membahayakan bagi masa depan bangsa.
3. Kesenjangan Kaum Tua dan Kaum Remaja
Hubungan kaum tua dan kaum remaja di dalam lapisan masyarakat haruslah seimbang dan selaras agar kelangsungan hidup manusia dapat berjalan dengan harmonis. Namun tidak jarang kita melihat kaum tua yang tidak mampu meluruskan kaum remaja, bahkan ada sebagian yang putus asa dalam menghadapinya, yang pada akhirnya menimbulkan kebencian dan rasa antipati juga tidak peduli terhadap keadaan mereka baik atau buruk. Sebaliknya, sebagian kaum remaja seringkali memandang sinis dan remeh terhadap kaum tua, bahkan menunjukkan sikap yang menentang sebagai bentuk kekecewaan mereka. Hal inilah yang menimbulkan keretakan di tengah masyarakat dan menjadi bahaya besar yang mengancam keutuhan masyarakat.
4. Pergaulan Dan Interaksi Dengan Kelompok Yang Menyimpang
Remaja yang bergaul dengan kelompok yang menyimpang akan sangat memengaruhi pola pikir, perilaku, dan kepribadiannya. Pemandangan seperti ini sering ditemukan pada remaja yang kurang mendapat perhatian dari orang tua dan lingkungan yang kurang mendukung dalam membentuk kepribadiannya. Dewasa ini banyak kelompok remaja yang menyimpang berkeliaran di tengah kota, mereka biasa menyebut kelompok mereka dengan sebutan gangster yang berkonotasi negatif pada sebagian besar pandangan masyarakat karena perilaku para anggota gangster yang seringkali menunjukkan sikap berontak dan tidak mau diatur.
































BAB III PEMBAHASAN

a. Dampak positif

1.Dengan pergaulan remaja Lebih mengenal nilai-nilai dan norma social yang berlaku sehingga mampu membedakan mana yang pantas dan mana yang tidak dalam melakukan sesuatu.
2. dengan pergaulan remaja Lebih mengenal kepribadian masing-masing orang sekaligus menyadari bahwa manusia memiliki keunikan yang masing-masing perlu dihargai .
3. Dengan bergaul remaja Mampu menyesuaikan diri dalam berinteraksi dengan banyak orang sehingga mampu meningkatka rasa percaya diri.
4. Dengan pergaulan remaja Mampu membentuk kepribadian yang baik yang bisa diterima di berbagai lapisan masyarakat sehingga bisa tumbuh dan berkembang menjadi sosok individu yang pantas diteladan.

b. Dampak negatif

  1. karena bergaul terlalu bebas dan melampaui batas dia bergaul dengan orang-orang yang kurang mematuhi norma-norma dan adat atau yang menyimpang dari norma-norma dan adat istiadat. Bahkan para remaja sekarang bisa melakukan perbuatan kriminal apapun dan menjadi anak berandalan.
  2. Di era Globalisasi ini segala cara dapat dilakukan untuk melakukan penyimpangan norma-norma. Seperti vcd, handphone, televisi, dvd dan lain lain, semua itu termasuk media untuk melakukan penyimpangan norma norma yang berlaku. Contoh penyimpangan pornografi, kekerasan, dan lain lain. Walaupun sekarang sudah ada RUU tentang pornografi dan pornoaksi, tetapi tetap saja banyak yang melakukan penyimpangan tersebut.
  3. Hilangnya semangat belajar dan cenderung malas dan menyukai hal-hal yang melanggar norma social karena remaja sering kali terbuai dengan kesengan yang seringkali mmbuat remaja selalu ingin mencoba hingga terjebak dalam dunia yang semestinya tidak pantas mereka dekati seperti sex bebas, narkoba, minum miniman keras















c. Upaya untuk menanggulangi dampak negatif

Berikut adalah hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi pengaruh negatif yang terlanjur mencemari diri individu:

  1. Membangkitkan kesadaran kepada yang bersangkutan bahwa apa yang telah ia lakukan adalah menyimpang. Kadangkala perilaku menyimpang tidak menyadari bahwa apa yang telah ia lakukan salah. Jika dari yang bersangkutan belum ada kesadaran bahwa apa yang dilakukan selama ini keliru adalah sia-sia. Misalnya, anak yang tidak menyadari bahwa merokok itu tidak baik bagi kesehatannya akan sulit untuk diarahkan agar ia menjauhi rokok
  2. 2. Memutuskan rantai yang    menghubungkan antara individu dengan lingkungan yang menyebabkan ia berperilaku menyimpang. Hal ini dapat dilakukan dengan memindahkan individu tersebut dari lingkungan pergaulannya dan membawa ke kancah pergaulan baru
  3. Melakukan pengawasan melakat sebagai control secara terus-menerus agar anak terhindar dari perilaku yang menyimpang
  4. Melakukan kegiatan konseling atau pemberian nasihat secara persuasive, sehingga anak tidak merasa bahwa ia dibawah proses pembimbingan.





























BAB IV PENUTUP

a.Kesimpulan

berdasarkan uraian di atas kita dapat menyimpulkan sebagai berikut :
1. remaja masa kini seringkali terbuai oleh kesenangan
2. remaja masa kini selalu ingin mencoba sehingga seringkali melupakan norma – norma dan batasan yang berlaku

b. saran

Cobalah bersikap keritis dalam memilih teman bergaul agar kita tidak terjebak kedalam pergaulan bebas berteman dengan berandalan boleh saja justru dengan kita berteman dengan mereka kita dapat menimbang mana yang baik dan buruk dari mereka maka ambilah makna dari mereka karna belum trntu yang baik baik ada nya sebaliknya belum tentu yang buruk itu buruk adanya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar